Sejara Desa Sukamakmur

Legenda Desa (Sasakala)
Tertulis dan terdengar cerita dari para sesepuh Desa sebagai narasumber ( Saksi Hidup ) yang selanjutnya dicatat sebagai catatan terbentuknya Desa Sukamakmur Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor.
Pada awal mulanya sekitar tahun 1946 sampai dengan tahun 1978 Desa Sukamakmur adalah sebagai desa induk dan nama desanya pun adalah Desa Sukamakmur,seiring berjalannya waktu maka proses penambahan penduduk pun semakin bertambah kemudian timbulah usul-usul dan gagasan agar Desa Sukamakmur dipekarkan menjadi dua desa, maka terjadilah musyawarah akbar yang dilakukan oleh para tokoh Masyarakat terkemuka bersama para pelaku pemerintahan desa yang dihadiri oleh muspika setempat.
Dari musyawarah akbar tersebut menghasilakan kesepakatan Desa Sukamakmur dipekarkan menjadi dua Desa yaitu Desa Sukamakmur dan Desa Sukamulya mengingat luas wilayahnya yang sangat luas dan jumlah penduduk semakin banyak agar pengelolaan pemerintahan Desa lebih baik dan efektif.
Dalam Musyawarah tersebut juga telah disepakati terjadinya perubahan nama desa baik untuk Desa induk maupun Desa Pamekaran.
Dilihat dari harfiyahnya Sukamakmur berarti Makmur dan lepas dari semua hal yang memberatkan bagi wilayah dan warga masyarakat baik berupa bencana alam maupun gangguan yang diakibatkan oleh manusia atau orang yang tidak bertanggung jawab, setelah lepas dari bencana dan musibah apapun bentuknya maka kejayaanlah yang menjadi harapan dan cita-cita kedepanya dengan kata lain bukan berarti hilang kejayaanya melainkan hilang keburukan nya lalu datanglah kemakmuran bagi warga Masyarakat.
Disamping itu pada waktu puncak bukit pasir kuda/pasir karet banyak ditemui sisa-sisa keramik impor dari cina yang berasal dari dinasti Song, Yuan dan Ming, yaitu dari abad ke 13 s/d 16 Masehi. Pada waktu itu telah dilaporkan secara lisan bahwa ada temuan alat tembaga yang merupakan Gendong (Bronze drum), berarti telah ada sisa-sisa pemukiman kuno diatas bukit pasir kuda.
Diwilayah lereng Pasir Karet yang menghadap ketimur, beberapa ratus dari batas kampong Cimanggurang pada tahun 2004 telah ditemui bekas pemukiman abad ke 16, yaitu puing-puing beling atau sisa-sisa keramik Cina berwarna Blau Putih, sepotong mangkuk bantuan Sawankhalok bergelasir hijau dari muangthai, maupun mata uang Cina dari dinasti Ming.
Data ini salah satu menguraikan sejarah kampong Pasir karet atau Desa Sukamakmur yang cukup panjang karena sisa-sisa sampah kuno membuktikan bahwa wilayah ini cukup pentig dalam rangka sejarah wilayah bogor dari masa prasejarah dan kerajaan tarumanegara maupun pada masa kerajaan Padjajaran, kemudian peninggalan pada jaman batu masih terdapat sampai sekarang.
Nama Sukamakmur sendiri cukup menarik Nama’ Jayanti ‘ dalam bahasa sansekerta artinya “sipemenang“( Victorious) dan adalah nama alternative dari dewi Hindu Durga, yaitu sebuah dewi puteri cantik, anak dari dewi parpati (dan Indra). Yang menjadi sakti dari dewa siwa, dewa yang tertinggi dari dewa-dewa hindu. Patung – Patung Dewi Jayanti biasanya mempunyai empat tangan dan sering dilihat memegang sebuah kunta (semacam tombak ), trisula (tombak dengan tiga buah ujung runcing), pedang dan perisai.
Terbentuknya Desa Sukamakmur
Desa Sukamakmur sendiri terbentuk sejak tahun 1946 tepatnya satu tahun sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia menyatakan kemerdekaannya dan saat itu Desa Sukamakmur diberi nama Desa Cihanjawar namun setelah di adakan rembug (Musywarah) dijaman kemerdekaan tepatnya Tahun 1947 maka Desa Cihanjawar sendiri berganti nama menjadi Desa Sukamakmur hingga kini, dari hasil itulah maka terbentuklah sebuah nama Desa yang baku yaitu Desa Sukamakmur.
